Rabu, 12 Maret 2014
Rabu, 19 Februari 2014
MERINDUKAN TUHAN

“Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair,
demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah,
kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?” (Mazmur
42:2,3)
Sama halnya dengan
manusia, hewan juga membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya. Rusa (deer)
adalah hewan mamalia pemamah biak yang termasuk familia cervidae. Salah satu
ciri khas rusa adalah adanya antler (tanduk rusa), yang merupakan pertumbuhan
tulang yang berkembang setiap tahun (biasanya pada musim panas) terutama pada
rusa jantan (walaupun ada beberapa pengecualian). Rusa umumnya luwes, memiliki
kaki yang kuat dan cocok untuk hidup di medan
hutan yang kasar. Rusa juga adalah peloncat (jumper) yang sangat baik, juga
perenang (swimmer). Rusa membutuhkan semak-semak untuk berlindung, pepohonan
untuk berteduh, dan adanya persediaan air untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan
minum. Rusa memanfaatkan kawasan dengan kerapatan tumbuhan yang relative tinggi
seperti di sekitar sungai atau anak sungai. Rusa memakan daun-daunan (vegetable
materials) dan berbagai macam buah-buahan yang dapat di makan. Rusa juga makan
rumput di padang
gurun (grazing), makan daun-daunan semak di hutan dan makan jamur yang tumbuh
di bawah pohon. Rusa makan dari bagian tumbuhan mulai dari pucuk kemudian daun
muda dan tua, dan batang yang muda. Rusa yang hidup di alam akan mendapatkan
air dan sumber air di permukaan, seperti air sungai, danau, waduk, parit, atau
mata air.
“Bani Korah” adalah
keluarga suku Lewi yang pandai menyanyi. “Maskil” (nyanyian pengajaran),
menggambarkan kerinduan mereka kepada Allah yang begitu dalam. Kerinduannya
kepada Allah yang begitu dalam itu dalam ayat ini digambarkan seperti seekor
rusa yang merindukan air. Seekor rusa yang haus akan pergi ke sungai atau
sumber air, berlari dan meloncati semak belukar sampai nafasnya terengah-engah
untuk dapat sampai ke sungai atau mata air. Dalam Alkitab terjemahan NIV (New International
Version) dituliskan: “ As the deer pants for stream of water, so my soul pants
for You, O God.” (Psalm 42:1). Dalam
Alkitab Indonesia
ayat 2.
Ayat 2, NIV
menuliskan; “ My soul thirsts for God, for the living God. When can I go and meet
with God? (Alkitab Indonesia
ayat 3). Apa yang membuat sang pemazmur begitu merindukan dan haus akan Tuhan?
Kenapa juga dia harus bertanya kapan aku boleh datang dan bertemu dengan
Tuhan? Ternyata sang pemazmur mengalami
pergumulan yang amat berat. Air matanya menjadi makanannya siang dan malam, dan
seperti tikaman maut dalam tulang-tulangnya orang-orang disekelilingnya mencela
dia, “ Di mana Allahmu”? (Where is your God)? Dia mempercayai Allah tapi
sepertinya pertolongan dari Allah tidak kunjung tiba. Allah seolah-olah diam
membisu dan membiarkannya dalam kesusahan. Dalam keadaan yang sulit seperti
itu, ia bertanya lagi pada dirinya sendiri: “ Why are you downcast, O my soul? (Mengapa engkau susah, sedih, putus asa, hai jiwaku)? Why so disturbed within me? (Mengapa aku
sangat terganggu/gelisah)? Ia bertanya kepada dirinya sendiri, tapi ia juga
menjawab pertanyaannya sendiri. Ia katakan: “Put your hope in God, for I will
yet praise Him, my Savior and my God.” (Berharaplah kepada Allah, aku akan
memuji Dia, Juruselamat dan Allahku).
Kamis, 30 Januari 2014
YESUS Terang Hidup
“Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya:
“Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam
kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yohanes 8:12)
Terang/cahaya
sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Makanya pada hari pertama
“penciptaan”, Allah menciptakan “terang.” Allah melihat bahwa terang itu baik,
lalu dipisahkannya terang itu dari gelap. Bukan hanya itu, Ia juga menciptakan
benda-benda penerang, yaitu matahari untuk menerangi pada siang hari dan bulan
serta bintang-bintang untuk menerangi pada malam hari. Dan Allah melihat bahwa semua
yang Ia ciptakan itu sangat baik. “Terang” sangat penting dan berarti dalam
hidup manusia.
Bahkan seorang
manusia yang dikaruniai Tuhan kecerdasan/kepintaran dan ketekunan, menciptakan
benda penerang yang sampai hari ini kita pakai. Thomas Alva Edison, seorang
ilmuwan asal Amerika, dan merupakan salah satu ilmuwan terbesar sepanjang sejarah. Edison
mulai bekerja pada usia yang sangat muda dan terus bekerja sampai akhir
hayatnya. Selama karirnya Thomas Alva Edison telah mempatenkan sekitar 1.093
hasil penemuannya, termasuk bola lampu listrik dan gramophone, juga kamera
film. Ketiga penemuannya membangkitkan industri-industri besar bagi industri
listrik, rekaman dan film yang akhirnya mempengaruhi kehidupan masyarakat di
seluruh dunia. Kita patut bersyukur dan
berterima kasih kepada Tuhan karena sudah menciptakan seorang yang bernama
Thomas Alva Edison, berterima kasih kepada orang tuanya dan juga patut memberikan
apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Thomas Alva Edison karena dengan
ketekunan dan kerja kerasnya, ia mampu membuat sesuatu yang sangat berarti
dalam hidup manusia. Bayangkan saja, jika sampai hari ini tidak ada lampu
listrik dalam rumah kita. Walaupun Tuhan sudah menciptakan benda penerang pada
waktu malam dan siang, tapi itupun tidak cukup untuk dapat menerangi bagian-bagian
dalam rumah kita. Bukan berarti bahwa apa yang Tuhan ciptakan tidak sempurna,
Tuhan memberikan wewenang/hak kepada manusia untuk menguasai alam semesta
termasuk apa yang ada di dalamnya. Mengusahakan kehidupan supaya lebih baik,
dan Thomas Alva Edison termasuk di dalamnya.
Sahabat…! Semua yang
kita bicarakan di atas sangat penting dalam hidup kita. Tapi mari kita berpikir lebih dari
sekedar yang kita bicarakan itu. “Terang hidup”. Apa itu? Manusia yang Tuhan
ciptakan telah dikaruniai Tuhan kepintaran dan
kecerdasan yang luar biasa sehingga membuat dunia ini dan apa yang ada
didalamnya semakin hari semakin indah, semakin canggih, mempesona dan menjadi
daya tarik yang hebat. Namun diantara semua kemajuan-kemajuan itu, tidak bisa
disangkal bahwa apa yang menjadi daya tarik itu; justru terkadang membuat
manusia meninggalkan dan melupakan Tuhan bahkan tidak mempercayai Tuhan. Manusia
lebih mempercayai akal dan pikiran, lebih daripada mempercayai Tuhan. Lebih
mempercayai manusia daripada mempercayai Tuhan. Manusia lebih menaruh harapan
kepada kemakmuran, kekayaaan bahkan ketenaran; dan di saat manusia tidak
menaruh harapannya kepada Tuhan, mengandalkan pikiran sendiri, sebenarnya itu
juga adalah dosa. Dosa bukan hanya melakukan perbuatan-perbuatan jahat seperti
mencuri, berzinah, berbuat cabul, merampok, membunuh, berbohong, dan lain-lain,
tapi juga pada saat kita tidak mengandalkan Tuhan dan tidak mengizinkan Tuhan
menjadi pusat dalam seluruh hidup kita. Tuhan tahu bahwa manusia dalam dunia
ini semua adalah orang berdosa. Bahkan kita sendiri, “Jika kita berkata, bahwa
kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada
di dalam kita” (1 Yohanes 1: 8 ). Kita adalah orang berdosa, secara rohani
artinya bahwa kita berada dalam kegelapan. Ya, walaupun saat ini kita berada
dalam kamar atau ruangan yang diterangi cahaya lampu yang terang, atau matahari
dan bulan yang sedang bersinar sehingga sekitar kita menjadi terang, tapi kita
adalah orang berdosa artinya kita berada dalam kegelapan.
Kamis, 02 Januari 2014
Jangan Mengasihi Dunia!
Mengapa orang Kristen dilarang untuk mengasihi dunia?
Alkitab dalam kitab 1 Yohanes 2:15-16 menuliskan: “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang
ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia,maka kasih akan Bapa tidak ada
di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging
dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa,
melainkan dari dunia.”
“Dunia” (Yun, kosmos) menunjuk kepada system luas dari zaman
ini yang dipromosikan Iblis dan terpisah dari Allah. System ini terdiri atas
kesenangan dunia, roh pemberontakan /ketidakacuhan terhadap Allah.
Di zaman ini
Iblis mempergunakan banyak hal untuk menentang Allah dan menyesatkan manusia.
Sebagai contoh, Iblis mempergunakan ilmu kesehatan untuk membantu pembunuhan bayi-bayi yang belum lahir, pertanian untuk menghasilkan obat bius dan alcohol yang merusak hidup manusia, system pendidikan yang mempromosikan filsafat humanistic, dan media hiburan yang membinasakan standar rohani.
Orang Kristen harus sadar bahwa dibelakang usaha manusia ada roh atau kuasa yang bergerak melawan Allah dan Firman-Nya, beberapa tidak begitu hebat, tapi beberapa amat hebat. “Dunia” juga mencakup semua system agama buatan manusia , organisasi dan gereja “Kristen” yang tidak alkitabiah, bersifat duniawi dan suam-suam kuku.
Sebagai contoh, Iblis mempergunakan ilmu kesehatan untuk membantu pembunuhan bayi-bayi yang belum lahir, pertanian untuk menghasilkan obat bius dan alcohol yang merusak hidup manusia, system pendidikan yang mempromosikan filsafat humanistic, dan media hiburan yang membinasakan standar rohani.
Orang Kristen harus sadar bahwa dibelakang usaha manusia ada roh atau kuasa yang bergerak melawan Allah dan Firman-Nya, beberapa tidak begitu hebat, tapi beberapa amat hebat. “Dunia” juga mencakup semua system agama buatan manusia , organisasi dan gereja “Kristen” yang tidak alkitabiah, bersifat duniawi dan suam-suam kuku.
Rabu, 25 Desember 2013
Makna Natal Bagi Saya
Natal
adalah lahirnya Yesus Kristus (Sang Juruselamat dosa manusia) ke dalam
dunia. Pada awalnya TUHAN menciptakan manusia (Adam dan Hawa) begitu
mulia, suci dan tanpa dosa. Namun mereka tidak mentaati perintah TUHAN,
dan akhirnya menjadi manusia berdosa dan terpisah dari TUHAN. Seluruh
dunia menjadi berdosa dan terpisah dari TUHAN. Manusia menjadi budak
dosa dan akan dihukum di neraka selamanya...kita semua akan dihukum!!!
Tapi.. TUHAN ALLAH tidak ingin melihat
manusia menderita sengsara karena penghukuman, Ia sangat mengasihi
manusia ciptaan-Nya, makanya Ia berinisiatif memberikan Yesus Kristus
untuk menyelamatkan manusia. TUHAN ALLAH menggenapi rencana
penyelamatan-Nya melalui seorang perempuan suci bernama Maria. Ia
mengandung dari Roh Kudus, dan melahirkan seorang bayi yang diberi nama
Yesus, seperti yang dikatakan malaikat TUHAN. Kelahiran-Nya bukan di
tempat yang mewah, bukan di rumah atau Rumah Sakit seperti manusia
biasa, tapi Yesus lahir dalam kandang domba, dan dibaringkan dalam
palungan (tempat makan domba atau ternak peliharaan). Tempat yang
menjijikkan!!!
Kenapa Yesus harus lahir dalam kandang domba? Karena pada saat itu, Kaisar Agustus (kepala pemerintah Roma) memerintahkan kepada semua orang
di seluruh dunia untuk mendaftarkan diri (zaman sekarang sensus
penduduk). Semua orang mendaftarkan diri di kotanya masing-masing,
termasuk Maria dan Yusuf. Mereka berangkat dari Nazaret (Galillea) ke
Yudea, di kota Daud yang bernama Betlehem. Disanalah tiba waktunya bagi
Maria untuk bersalin. Mereka mencari tempat penginapan, tapi penginapan
penuh, dan tidak ada tempat bagi mereka. Tempat yang tersedia hanyalah
kandang domba. Disanalah Yesus dilahirkan dan palungan (tempat makan
domba), adalah tempat tidurnya.
Tidak ada tempat bagi Yesus dalam dunia
ini karena tempat-Nya adalah di Sorga. Namun kenapa Ia harus dilahirkan
di dunia ini? Yesus lahir dalam dunia untuk dipersiapkan melakukan misi/
pekerjaan PENYELAMATAN. TUHAN harus menjadi MANUSIA supaya dapat
menyelamatkan manusia.
Senin, 09 Desember 2013
Rabu, 04 Desember 2013
Gunakan Waktu Dengan Baik
“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga
kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mazmur 90:12)
waktu 24 jam dalam sehari dan kesempatan kita untuk
mengisinya dengan hal-hal yang berguna. Orang-orang yang berhasil dan sukses
dalam pekerjaannya bisa saja tidak berpendidikan tinggi, hanya orang biasa dan
memiliki keterbatasan, tapi mereka sangat menghargai waktu dan kesempatan yang
ada di depan mata mereka. Waktu yang ada
mereka gunakan untuk mengisinya dengan hal-hal positif. Belajar, bekerja dan
berkarya juga tidak membuang kesempatan untuk mencoba dan melakukan suatu hal
yang baru, disertai dengan bakat dan talenta yang mereka miliki. Tuhan sudah
memberikan waktu dan kesempatan kepada kita. Itu sangat berharga dan tidak
boleh disia-siakan.
Hari-hari kita di
bumi, paling lama 70-80 tahun. Mazmur 90:10 menyatakan, “Masa hidup kami tujuh
puluh dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran
dan penderitaaan; sebab berlalunya buru-buru dan kami melayang lenyap.”Walaupun
kenyataannya ada orang yang dikaruniai Tuhan umur yang lebih dari itu, bisa
mencapai sembilan puluh bahkan seratus tahun lebih, namun usia/umur yang panjang itu tetap saja tidak sebanding
dengan kekekalan. 70, 80, 90 atau 100 tahun < kekekalan.
Kekekalan itu apa? Kekekalan, artinya selama-lamanya, abadi, kekal,
tidak berbatas waktu.
Kita harus berdoa
kepada Tuhan memohon pengertian dan pemahaman yang cukup mengenai
singkatnya/pendeknya hidup kita ini, supaya kita dapat mempersembahkan hati
yang bijaksana kepada Allah dalam memanfaatkan setiap hari yang diberikan-Nya kepada kita. Hidup ini
harus menjadi persiapan untuk hidup di akhirat, dan kita harus mengetahui apa
yang Allah inginkan dalam hidup kita. Ketika waktu kita di dunia ini habis,
kita akan menghadap Allah, dan hidup kita di dunia akan dinilai/diadili. Apakah
kita hidup mengabdi/berkenan kepada Allah atau tidak? Mengingat hal itu, sekali
lagi kita harus berdoa memohon hati yang bijaksana dan ketakutan yang benar
kepada Allah karena Allah akan murka dan menghukum jika kita tidak
sungguh-sungguh mencari Dia, mempercayai Dia, dan menaati Dia selama kita hidup
di dalam dunia ini.
Langganan:
Postingan (Atom)


