Jumat, 01 Januari 2016
Selasa, 07 April 2015
Dukacita Tanda Kehidupan
"Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur." (Matius 5:4)
Setiap
manusia mempunyai masalah yang berbeda-beda. Masalah-masalah itu bisa
diakibatkan karena dosa, kesalahan sendiri, juga iblis. Ada masalah
yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup manusia walaupun manusia itu
tidak melakukan kesalahan dihadapan Tuhan. Contoh yang sangat jelas
dalam Alkitab adalah Ayub. Ayub tidak melakukan kesalahan dihadapan
Tuhan, tapi ia mengalami cobaan yang sangat berat. Anak-anaknya lelaki
dan perempuan meninggal dunia, semua ternak, lembu, sapi, kambing domba
semua hilang. Bukan hanya itu, Tuhan mengizinkan Ayub dicobai iblis.
Iblis menimpakan barah yang busuk dari telapak kaki sampai kepalanya,
namun Ayub tetap tidak berbuat dosa dan menyalahkan Tuhan walaupun
istrinya menyuruh dia mengutuki Tuhan. Namun karena kesetiaannya kepada
Tuhan semua yang hilang dikembalikan oleh Tuhan 2x lipat, ia mendapat
anak-anak yang cantik-cantik, dan ia juga disembuhkan dari penyakitnya.
Dukacita Ayub berganti sukacita.
Cerita ini mungkin memiliki kesamaan dalam hidup saudara. Bersyukur
karena saudara adalah orang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan...tapi
bagaimana jika cobaan yang dialami adalah akibat dari dosa dan
kesalahan kita?
Firman Tuhan ini berbicara tentang dukacita. "Blessed are those who mourn". Dukacita
yang dimaksud dalam ayat ini adalah merasa sedih atas kelemahan kita
sendiri karena tidak mampu memenuhi standar Allah. Ini juga berarti
berdukacita karena hal-hal yang menyedihkan hati Allah, berdukacita
karena dosa, kebejatan dan kekejaman dalam dunia. Rasul Paulus
dalam pelayanannya banyak mencucurkan airmata dan banyak mengalami
pencobaan dari orang Yahudi yang ingin membunuhnya. Airmata Paulus bukan
tanda kelemahan. Paulus menangis berdukacita karena keterhilangan umat
manusia (menangis karena manusia yang terhilang), kejahatan, dosa,
pemutarbalikan Injil dan bahaya yang serius karena menolak Tuhan. Pada
waktu memasuki kota Yerusalem, Yesus juga pernah menangisi kota
tersebut. Yesus menangisi kota Yerusalem karena mengetahui bahwa umat
Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya mengharapkan seorang Mesias yang
bergerak dalam bidang politik dan mereka akhirnya menolak Yesus sebagai
Mesias yang dijanjikan Allah. Yesus menangis karena Ia begitu mengasihi
umat itu dan mereka akan mengalami hukuman yang dashyat. Kata "menangis"
dalam bahasa Yunani tidak hanya meneteskan airmata. Kata "menangis" di
sini menunjukkan terjadinya ratapan, raung, tangisan, rasa sesak
didada__isak dan tangisan jiwa yang menderita. Sebagai Allah, Yesus
menampakkan bukan hanya perasaan-Nya sendiri, tetapi juga hancurnya hati
Allah atas keterhilangan umat manusia dan penolakan mereka untuk
bertobat dan menerima keselamatan.
Bagaimana perasaan kita saat melihat atau melakukan dosa, kesalahan dan
kebejatan? Adakah perasaan berduka karena dosa dan kesalahan yang kita
buat dan kita lihat? Seorang penulis menuliskan: "Jika kita tidak merasa bersalah jika melakukan dosa atau kesalahan, berarti hati nurani kita sudah rusak". Tuhan
melihat hati kita. Tuhan melihat hati kita yang hancur dan sedih karena
dosa dan kesalahan yang kita buat dan kita lihat. Tuhan melihat hati
yang penuh penyesalan akan dosa. Tuhan mau dalam kesedihan kita, kita
datang kepada Tuhan dan bertobat dari dosa-dosa yang kita buat. Tuhan
mau dengan hati yang sangat sedih kita datang kepada Tuhan dalam
permohonan untuk pertobatan mereka yang terhilang.Tuhan akan menghibur
kita dan kebenaran akan dinyatakan. Jika ada perasaan berduka dalam diri
kita, ingat bahwa dukacita kita akan berganti sukacita, karena
kebenaran, damai dan sukacita dari Allah akan dinyatakan. Walaupun ada
yang menolak kebenaran tapi dukacita kita tidak akan sia-sia. Allah
pasti menghibur orang yang berduka. Kita akan dihibur oleh kebenaran
Allah. Mari, miliki hati yang berduka karena dosa-dosa kita dan
jiwa-jiwa yang terhilang!
Senin, 09 Februari 2015
Penghiburan di Tengah Ketidakpastian
Bacaan Alkitab: Yesaya 40:1-8:
1 Hiburkanlah-hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu,
2 tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya.
3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;
5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."
6 Ada suara yang berkata: "Berserulah!" Jawabku: "Apakah yang harus kuserukan?" "Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang.
7 Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembuskannya dengan nafasnya. Sesungguhnya bangsa itu seperti rumput.
8 Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."
1 Hiburkanlah-hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu,
2 tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya.
3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;
5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."
6 Ada suara yang berkata: "Berserulah!" Jawabku: "Apakah yang harus kuserukan?" "Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang.
7 Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembuskannya dengan nafasnya. Sesungguhnya bangsa itu seperti rumput.
8 Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."
Di tengah keputusasaan dan
ketidakberdayaan dan bahkan kehilangan harapan karena berada dalam pembuangan
di Babel, bangsa Israel seharusnya bersukacita karena Allah tidak meninggalkan
mereka. Allah tetap mengingat dan ingin menyelamatkan mereka, namun Ia
menghendaki seorang pemimpin yang mau menyampaikan suara Tuhan kepada bangsa
Israel. Yesaya terpanggil untuk menyuarakan isi hati Tuhan kepada bangsa
Israel. Melalui suatu penglihatan, Tuhan datang kepadanya dan bertanya:
“Siapakah yang akan Kuutus? Yesaya
menyahut: “Ini aku, utuslah aku.” Yesaya sadar bahwa ia adalah orang berdosa,
seorang yang najis bibir dan tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir,
namun Tuhan tidak melihat latarbelakang kehidupannya yang berdosa. Tuhan tahu
kelemahan manusia dan hamba-Nya yang mau meresponi panggilan-Nya, dan Tuhan
tidak membiarkan hamba-Nya itu dalam dosa. Tuhan mengampuni dosa-dosa Yesaya.
Sebelumnya Tuhan bertanya kepada Yesaya, “Siapakah yang akan Kuutus?” Tuhan sudah
terlebih dahulu menyentuh bibirnya. Artinya Tuhan sudah mengampuni dan
menyucikan dosa-dosa Yesaya. Kelemahannya dalam hal perkataan, bibir yang
membicarakan hal berdosa dan najis telah disucikan Tuhan. “Kesalahanmu telah
dihapus dan dosamu telah diampuni”. Tuhan mau memakai seseorang yang
meresponi panggilan-Nya dengan tulus dan kesungguhan.
Pada bagian ini , ada
beberapa berita penting yang Tuhan ingin, nabi Yesaya sampaikan kepada bangsa
Israel:
Pertama: Berita Penghiburan (ay. 1)
Sebuah kalimat sederhana
tapi mempunyai makna yang dalam. “Hiburkanlah,
hiburkanlah umat-Ku, demikianlah firman Allahmu.” Yesaya sampaikan
kata-kata ini kepada bangsa Israel bahwa Tuhan ingin menghibur mereka. Kenapa
bangsa Israel harus dihibur? Karena Tuhan tahu bahwa mereka berada dalam
penderitaan yang dalam, mereka berada dalam pembuangan, mereka berada dalam
keputusasaan, mereka kehilangan harapan, mereka berada dalam perhambaan. Berita
sukacita dari Allah yang diserukan melalui hambanya nabi Yesaya kepada segenap
umat Israel untuk tenang, tidak takut. Allah yang menghukum umat Israel karena
dosa-dosanya dalam pembuangan di Babel
adalah juga Allah yang penuh belaskasihan dan penuh pengampunan. Tidak
selamanya Allah membiarkan umat-Nya berada dalam kesengsaraan dan
penderitaan. Ia telah memerintahkan
hamba-Nya nabi Yesaya untuk menyerukan bahwa : “Perhambaan mereka telah berakhir
dan kesalahan mereka telah diampuni oleh Tuhan” (ay.2).
Kedua: Berita Keselamatan (ay.3)
Yesaya menubuatkan
kedatangan Sang Juruselamat ke dalam dunia yang membebaskan manusia dari kutuk
dan penghukuman. Sang Juruselamat yang akan menyelamatkan manusia dari kematian
kekal. Karena itu, jalan itu harus dipersiapkan. “Setiap lembah harus ditutup,
dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi
tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran” (ay. 4). Yohanes
Pembaptis dialah yang mempersiapkan jalan untuk Tuhan, yang mempersiapkan
kedatangan Juruselamat,. Nubuat tentang seorang yang mempersiapkan Jalan Tuhan
sudah dinubuatkan nabi Yesaya jauh sebelumnya. Untuk mempersiapkan Jalan untuk
Tuhan, semua umat-Nya harus bertobat, menyucikan diri agar kemuliaan Tuhan
dinyatakan di tengah-tengah umat-Nya. Tuhan akan dimuliakan ditengah-tengah
umat-Nya yang mempersiapkan diri dan mempersiapkan Jalan Tuhan.
Ketiga: Berita Kekekalan (ay. 8)
Yesaya menyampaikan kepada
umat Israel bahwa manusia adalah seperti rumput dan semaraknya seperti bunga di
padang. Rumput
menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan
nafas-Nya. Sesungguhnya bangsa itu seperti rumput (ay. 7). Firman Tuhan ini mengajarkan umat Israel
untuk tidak membanggakan diri, karena manusia sesungguhnya tidak berarti
apa-apa. Manusia diibaratkan hanya seperti rumput. Sebentar saja layu, oleh
karena itu manusia jangan menjadi sombong. Tubuh manusia adalah fana, tidak
kekal. Yang kekal adalah Firman Allah (ay. 8): “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu,
tetapi firman Allah kita tetap selama-lamanya.” Ayat ini
tersirat pentingnya mendengar firman Tuhan dan melakukan apa yang Tuhan
firmankan. Oleh karena itu bangsa Israel jangan meremehkan hamba-hamba-Nya yang
menyampaikan firman Allah, terlebih jangan meremehkan firman Allah yang
disampaikan itu. Firman Allah memberikan kehidupan kekal kepada setiap orang
yang percaya akan perkataan-Nya.
Firman Tuhan ini bukan hanya dikhususkan kepada orang
Israel saja, tetapi kepada semua orang percaya dan orang yang belum percaya
dimanapun berada. Tuhan mengasihi semua orang yang berada dalam penderitaan,
keputusasaan, kemalangan dan ketidakberdayaan karena dosa. Tuhan mengasihi,
melawat, mengampuni bahkan ingin menyelamatkan. Allah yang mengasihi umat
Israel adalah Allah yang sama yang mengasihi kita semua. Saat ini Tuhan sedang menunggu kita untuk datang kepada-Nya. Marilah kita mau datang kepada Tuhan yang mampu memberi kita hidup kekal, Allah yang begitu mengasihi kita, Allah yang berbelaskasihan kepada orang berdosa.
Tuhan ingin supaya kita percaya dan taat.
Jangan lewatkan kesempatan yang ada, datang kepada Tuhan, saat ini Dia sedang menunggu kita karena Dia sangat mengasihi kita. Jangan abaikan kesempatan yang ada, jangan abaikan suara-Nya yang memanggil kita, dan jangan menolak kasih-Nya. Tuhan berkata bahwa manusia seperti rumput..hidup kita di dunia ini tidak kekal, hanya sementara. Tapi kita akan hidup dalam kekekalan, nanti... setelah kesempatan kita hidup di dunia berlalu...entah kita akan hidup kekal di sorga atau hidup kekal di neraka, tapi Tuhan ingin kita bersama Dia di tempat yang menyenangkan, di sorga yang kekal.
Oleh karena itu Tuhan mau supaya kita semua percaya dan taat kepada-Nya hari demi hari. Amin!!
Tuhan ingin supaya kita percaya dan taat.
Jangan lewatkan kesempatan yang ada, datang kepada Tuhan, saat ini Dia sedang menunggu kita karena Dia sangat mengasihi kita. Jangan abaikan kesempatan yang ada, jangan abaikan suara-Nya yang memanggil kita, dan jangan menolak kasih-Nya. Tuhan berkata bahwa manusia seperti rumput..hidup kita di dunia ini tidak kekal, hanya sementara. Tapi kita akan hidup dalam kekekalan, nanti... setelah kesempatan kita hidup di dunia berlalu...entah kita akan hidup kekal di sorga atau hidup kekal di neraka, tapi Tuhan ingin kita bersama Dia di tempat yang menyenangkan, di sorga yang kekal.
Oleh karena itu Tuhan mau supaya kita semua percaya dan taat kepada-Nya hari demi hari. Amin!!
Kamis, 01 Januari 2015
Janji Allah
January 1, 2015
“Jadi sekarang, jika kamu
sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka
kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab
Akulah yang empunya seluruh bumi. (Keluaran 19:5)
Pernahkah dalam kehidupan
kita, kita memusatkan perhatian pada sesuatu hal? Mungkin pekerjaan, keluarga,
teman, hobby dan focus pada masa depan?
Untuk mencapai atau mendapatkan apa yang menjadi focus kita itu
pasti ada yang harus kita buat dan lakukan.
Firman Tuhan ini mengingatkan kita akan janji Allah. Apa
janji-Nya?
Status
Status bangsa Israel diantara bangsa lain adalah menjadi
harta kesayangan TUHAN dari antara segala bangsa. Harta kesayangan, artinya
sesuatu atau barang yang berharga.
Barang yang berharga banyak dicari orang. Mereka berusaha
untuk mendapatkan apa yang diinginkan atau sesuatu yang berharga itu dengan giat,
ulet dan tekun.
Kita juga adalah umat yang berharga di mata Tuhan. Umat
kesayangan Tuhan. Namun untuk mendapatkan gelar atau status tersebut, ada usaha yang
harus dibuat.
Kita
harus sungguh-sungguh mendengarkan firman Tuhan.
Dalam Alkitab terjemahan NIV adalah "..Now if you obey me fully.." : “Sekarang jika kamu sungguh-sungguh
menaati Tuhan..." Israel sebagai umat pilihan Allah tergantung pada ketaatan
mereka kepada Tuhan. Firman Tuhan jelas, jika mereka taat, mereka akan menjadi harta kesayangan Tuhan.
Prinsip ketaatan adalah unsur penting dalam hubungan kita
dengan Tuhan. Jika kita taat, maka janji Allah akan dipenuhi dalam hidup
kita.
Senin, 22 Desember 2014
The Message From the Angel
Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya tahkta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabeth, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Luke 1:30-38).
Berita tentang lahirnya Yesus disampaikan oleh seorang malaikat yang disuruh Allah kepada seorang perawan yang bernama Maria. Maria menyadari bahwa ia belum kawin, makanya setelah ia mendengar apa yang dikatakan malaikat bahwa ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, ia berkata bagaimana mungkin hal itu akan terjadi, karena aku belum bersuami? Maria tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Tapi malaikat kembali berkata bahwa Roh Kudus akan turun dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi dia, sehingga Anak yang dia lahirkan akan di sebut kudus, Anak Allah...
Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari bagian Firman Tuhan ini?
1. Yesus, yang kelahirannya dirayakan oleh semua orang Kristen adalah bukan bayi biasa, bukan seperti kita. Manusia banyak dosa. Yesus adalah bayi Suci/Kudus. Dia adalah bayi yang dikandung dari Roh Kudus. Dia adalah Anak Allah. Anak Allah? Apakah Allah mempunyai Anak? Mungkin kita tidak percaya dan tidak mau mempercayainya karena itu ajaran aneh. Masakan Allah beranak? Orang Kristen ajarannya aneh.Tapi saya hanya ingin katakan bahwa, Allah begitu mengasihi manusia yang berdosa seperti kita. Bukan berarti Allah senang dengan dosa-dosa kita, tapi Dia kasihan dengan kita karena kita akan mati, binasa dan menderita selamanya di neraka akibat dari dosa-dosa kita. Kita tidak akan bisa menyelamatkan diri kita sendiri karena setiap saat kita berbuat dosa baik dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Orang berdosa harus dihukum dan hukumannya adalah di lempar di neraka yang sangat panas dan selamanya kita ada di sana. Kita ingin mati tapi tidak bisa. Kita disiksa selamanya. Allah kita tidak menginginkan itu terjadi kepada kita karena Dia begitu mengasihi kita, manusia ciptaan-Nya. Allah yang kita sembah, yang tidak bisa kita lihat adalah Allah yang Agung, Suci, Mulia, tidak ada seorang pun yang bisa datang dan melihat Dia secara langsung. Allah kita adalah ruh/roh, Dia tidak kelihatan tapi Dia ingin menyelamatkan kita. Bagaimana caranya?
-Kita hidup baik, kudus, mengasihi, beramal, memberi banyak persembahan.
-Kita banyak memberi sumbangan kepada orang-orang miskin dan anak yatim piatu, dan banyak lagi perbuatan baik kita.
Apakah itu cukup? Tidak! Setiap saat kita berdosa dan dosa kita tidak akan bisa dihapus hanya oleh persembahan-persembahan dan perbuatan baik atau amal kita. Malaikat yang disuruh Allah, berbicara kepada Maria bahwa Maria akan mengandung seorang bayi kudus yang diberi nama Yesus itu, Dialah yang akan menyelamatkan manusia. Dia harus dilahirkan sebagai bayi sama seperti manusia supaya dapat menyelamatkan manusia. Itu adalah pekerjaan Allah. Allah yang menyuruh malaikat untuk bertemu dan berbicara dengan Maria bahwa ia akan mengandung.
2. Bagi Allah semua hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah (For nothing is impossible with God). Allah mampu melakukan segala sesuatu yang tidak bisa dilakukan manusia. Allah mampu membuat Elisabeth yang mandul dan sudah tua itu mengandung seorang bayi yang nantinya akan mempersiapkan jalan untuk kedatangan Yesus ke dalam dunia. Allah mampu membuat bayi di kandungan Maria dari Roh Kudus. Oleh karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mempercayai sesuatu yang menurut pikiran kita aneh, tapi itu perbuatan Tuhan. Percayalah!
3. Maria tidak menolak apa yang dikatakan malaikat kepadanya. Maria menyadari bahwa bayi yang ada dikandungannya adalah bayi kudus, Juruselamat manusia. Ia tidak menolak dan memberi diri untuk dipakai Tuhan, walaupun ia tahu itu bukan hal yang mudah. Ia menjadi alat Tuhan untuk melahirkan Yesus, Juruselamat dunia.
Saudara... di hari Natal yang indah, penuh damai dan sukacita ini...Allah berbicara apa kepada kita?
Kenapa Yesus harus lahir ke dalam dunia ini? Kenapa kita harus percaya kepada Yesus...dan apa yang Yesus mau kita lakukan? Melakukan kesenangan-kesenangan kita dengan memuaskan kedagingan kita? Menggunakan moment Natal untuk pesta pora dan mabuk-mabukan? Menggunakan moment ini untuk bersenang-senang, pergi ke tempat karoke, night club, bar atau diskotik? Tentu tidak! Tuhan mau kita menerima kehadiran-Nya di dalam hati kita. Tuhan mau kita menerima kelahiran-Nya di dalam hidup kita. Tuhan mau kita percaya kepada-Nya. Tuhan mau kita datang kepada-Nya dan menyembah Dia. Tuhan mau kita mempersembahkan hidup kita kepada-Nya. Tuhan mau kita menyambut Dia dalam hati dan hidup kita. Yesus, Juruselamat dunia telah lahir...sambutlah Dia ! Jumat, 31 Oktober 2014
Guru-guru Palsu
“Sebab Mesias-Mesias palsu dan nabi-nabi palsu
akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan
maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.”
(Markus 13:22)
Orang percaya sekarang harus menyadari bahwa di dalam
gereja-gereja masa kini mungkin sekali ada pekerja Allah yang sikap dan
hidupnya sama dengan guru-guru bejat yang mengajarkan Taurat Tuhan pada zaman
Yesus. Yesus mengingatkan bahwa tidak semua orang yang mengaku percaya pada
Kristus adalah orang yang sungguh-sungguh percaya, demikian juga tidak semua
penulis Kristen, utusan gerejani, gembala sidang, penginjil, pengajar, penatua,
dan pekerja-pekerja gereja adalah benar-benar menjadi hamba Allah. Secara
lahiriah para rohaniawan ini “tampak benar di mata orang” (Mat. 23:28). Mereka
datang “dengan menyamar seperti domba” (Mat. 7:15). Mungkin saja mereka
melandaskan berita mereka atas Firman Allah dan menyatakan standar tinggi yang
benar. Mereka mungkin kelihatan sangat memperhatikan pekerjaan dan Kerajaan
Allah dan memperlihatkan perhatian besar terhadap keselamatan jiwa-jiwa yang
terhilang sambil mengaku bahwa mereka mengasihi orang banyak. Mereka mungkin
tampak sebagai hamba Allah yang sungguh-sungguh, pemimpin rohani yang patut
dihargai, dan diurapi oleh Roh Kudus. Mereka bahkan kelihatan sangat berhasil
dan banyak orang mengikuti mereka. Sekalipun demikian orang-orang ini sangat
mirip dengan nabi palsu dalam Perjanjian Lama, orang Farisi dalam Perjanjian
Baru. Di dalam kehidupan mereka yang sesungguhnya, yaitu yang tidak tampak
kepada umum, mereka dipenuhi “rampasan dan kerasukan” (Mat. 23:25), penuh
tulang belulang dan berbagai jenis kotoran, penuh kemunafikan dan kedurjanaan.
Kehidupan mereka dibalik pintu yang terkunci menyangkut hal-hal seperti hawa
nafsu, kebejatan, perzinahan, kerakusan dan kegemaran yang memusat pada diri
sendiri. Penipu lihai ini memperoleh kedudukan yang berpengaruh di dalam gereja
melalui dua cara :
- Beberapa guru / pengkhotbah palsu mengawali pelayanan mereka dengan kesungguhan hati, kebenaran, kemurnian, dan iman yang sungguh-sungguh kepada Kristus. Kemudian karena kesombongan dan keinginan mereka yang tak bermoral, kasih dan pengabdian mereka kepada Kristus semakin memudar. Sebagai akibatnya hubungan mereka terputus dengan Kerajaan Allah sehingga mereka menjadi sarana Iblis sementara masih menyamar sebagai pelayan kebenaran.
- Guru-guru / pengkhotbah palsu lainnya tidak pernah sungguh-sungguh percaya kepada Kristus. Iblis telah menanamkan mereka di dalam gereja sejak awal pelayanan mereka sambil menggunakan kecakapan dan karisma mereka serta membantu dalam keberhasilan mereka. Siasat Iblis ialah menempatkan mereka dalam kedudukan yang berpengaruh di dalam gereja agar mereka dapat merusak pekerjaan Kristus. Iblis mengetahui bahwa pada saat perbuatan mereka ketahuan, Injil dan nama Kristus akan sangat dipermalukan.
CARA-CARA MENGUJI
Empat belas kali dalam kitab-kitab Injil, Yesus mengingatkan
murid-Nya agar waspada terhadap pemimpin-pemimpin yang akan menyesatkan. Di
bagian lain orang percaya dinasehati untuk menguji pengajar, pengkhotbah, dan
pemimpin di dalam gereja (1 Tes. 5:21; 1 Yoh. 4:1). Hal yang harus
diperhatikan:
- Perhatikan watak mereka. Adakah mereka itu berdoa dengan tekun serta mengabdi kepada Allah dengan tulus dan sungguh-sungguh? Apakah mereka sudah menyatakan buah Roh (Gal. 5:22-23), mengasihi orang berdosa (Yoh. 3:16), membenci kefasikan dan mengasihi kebenaran serta gigih menentang dosa?
- Perhatikan motivasi mereka. Pemimpin Kristen yang sejati akan berusaha melakukan empat hal : a. Menghormati Kristus. b. Memimpin gereja kepada kekudusan. c. Menyelamatkan orang yang terhilang. d. Memberitakan serta mempertahankan Injil Kristus dan ajaran para rasul.
- Ujilah buah dalam kehidupan dan berita. Buah atau hasil pelayanan pekerja palsu ini seringkali terdiri atas bertobat yang tidak sepenuhnya menyerah kepada segenap Firman Allah (Mat. 7:16).
- Perhatikan tingkat ketergantungan pada Alkitab. Ujian ini sangat menentukan. Apakah mereka percaya dan mengajar bahwa penulisan asli dari PL dan PB sepenuhnya diilhami oleh Allah sehingga kita harus tunduk kepada seluruh ajarannya. Jika tidak, dapat dipastikan bahwa baik mereka maupun berita yang mereka sampaikan tidak berasal dari Allah.
- Akhirnya, ujilah kejujuran mereka berkenaan dengan uang Tuhan. Apakah mereka menolak untuk mengambil banyak uang untuk diri mereka, mengatur semua keuangan dengan jujur dan penuh tanggung jawab, dan berusaha memajukan pekerjaan Tuhan dengan cara-cara yang sesuai dengan standar PB (1 Tim. 3:3; 6:9-10)?
Haruslah disadari bahwa kendatipun
segala usaha orang percaya yang setia dalam menilai kehidupan dan berita
seseorang akan ada guru-guru palsu di dalam gereja, yang dengan bantuan Iblis,
tetap tidak diketahui hingga tiba saatnya Allah memutuskan untuk menyingkapkan
keadaan mereka yang sesungguhnya. (Sumber:
Alkitab Penuntun)
Selasa, 30 September 2014
Menguasai Diri
“Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam
pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk
memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota
yang abadi.” (I Korintus 9:25)
Kalau saudara
adalah salah satu penggemar olah raga, saya yakin pasti saudara menyempatkan
waktu untuk menonton pertandingan-pertandingan yang diadakan apakah
pertandingan itu diadakan di tempat dekat saudara tinggal, atau jauh dari
tempat tinggal saudara. Apakah saudara menonton secara langsung atau menonton
lewat TV atau internet, yang jelas saudara pasti senang menonton acara
tersebut. Atau saudara sendiri adalah salah satu atlet yang sering mengikuti
even-even pertandingan yang diadakan? Saya merasa bangga melihat saudara,
bahkan bukan hanya saya tetapi saya yakin banyak orang di seluruh dunia melihat
saudara. Saya kagum melihat para atlet yang sedang bertanding dalam berbagai
cabang olahraga. Penampilan
mereka sangat mempesona walaupun ada yang kalah, tetapi saya melihat bahwa
mereka semua sungguh luar biasa. Karena saya bukan atlet, saya tidak tahu hidup
sehari-hari mereka seperti apa. Tapi kemungkinan, mereka setiap hari mengikuti
latihan. Latihan yang membutuhkan disiplin yang tinggi. Ini juga yang saya
kagumi. Tapi…jangan salah! Bukan hanya atlet saja yang dituntut disiplin yang
tinggi dalam kehidupannya. Saya yakin semua bidang, profesi apapun saudara
lakukan saat ini, membutuhkan disiplin.
Disiplin saya
bahasakan adalah membiasakan diri untuk melakukan sesuatu yang tidak biasa kita
lakukan. Dan biasanya disiplin selalu mengarah kepada hal-hal yang membuat
kemajuan dalam hidup kita. Disiplin biasanya mengarah kepada suatu kebaikan,
dan secara khusus dalam firman Tuhan saat ini disiplin akan mengarah kepada
penguasaan diri. Kenapa kita harus
menguasai diri? Seorang atlet sepak bola misalnya, harus menguasai dirinya
supaya tidak terpancing oleh lawan dan berbuat hal yang tidak diinginkan seperti
berbuat curang dengan menarik badan lawan yang sedang berusaha memasukkan bola
ke gawang. Atau dengan sengaja membuat lawan jatuh sehingga tidak dapat
memasukkan bola ke gawang tim kesebelasannya. Hal ini akan merugikan timnya
sendiri karena akan diberi hukuman dari wasit seperti tendangan langsung ke
gawang dari lawan yang dicurangi tadi. Dan sudah pasti karena jarak yang cukup
dekat dengan gawang dan tanpa ada orang yang menghalangi, pasti bola yang
ditendang akan masuk gawang dan membuahkan skor keuntungan kepada tim yang
dicurangi tadi. Demikian juga dengan kita. Kita harus menguasai diri kita
supaya tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan perintah Tuhan yang akibatnya akan merugikan diri kita sendiri. Dalam
Amsal 17: 32 dikatakan: “Orang yang
sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang
yang merebut kota”.
Pada zaman dulu (zaman sekarang juga ) banyak terjadi peperangan. Bangsa yang
lebih kuat akan memerangi bangsa yang lemah dan biasanya kota atau wilayahnya akan dikuasai mereka,
dan ini membutuhkan kesiapan yang sangat matang. Banyak hal yang mereka
persiapkan dan lakukan dalam peperangan itu sampai mereka dapat merebut
/menguasai daerah atau wilayah tersebut.
Firman Tuhan
mengatakan: …orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota”. Saudara, orang yang merebut kota
kuat, tapi orang yang menguasai diri lebih kuat dari orang yang merebut kota. Tuhan mau
kita menjadi orang yang kuat. Menjadi kuat bukan untuk melawan orang lain,
memerangi orang lain, mencurangi orang lain, tetapi menjadi kuat karena mampu
menguasai diri dalam melawan dosa-dosa, keinginan daging yang bertentangan
dengan firman Tuhan. Dalam kehidupan kita di dunia ini, sebenarnya kita sama
seperti atlet yang selalu bertanding. Kita bertanding bukan untuk mendapatkan
hadiah uang yang banyak atau medali emas, perak, atau perunggu, tetapi kita
bertanding untuk mendapatkan hadiah/mahkota yang abadi. Hadiah/Mahkota
kehidupan yang kekal di sorga yang indah dan senang. Untuk mendapatkan hadiah
atau mahkota tersebut, selain kita percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan
Juruselamat kita, dan keselamatan itu adalah anugerah yang diberikan Yesus
kepada kita sebagai akibat dari kepercayaan kita kepada-Nya, kita harus juga melakukan perintah-perintah-Nya
kan? Firman Tuhan saat ini mengajarkan kepada kita tentang “menguasai diri”. Paulus melukiskannya bahwa jikalau kita gagal
menggunakan penguasaan diri, penyangkalan diri dan kasih dalam hubungan kita
dengan orang lain, kita sendiri akan ditolak. Paulus menuliskannya dalam ayat
selanjutnya, ayat 27: “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya,
supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri
ditolak”.
“Ditolak” terjemahan dari bahsa asli
“adokimos” mengandung arti “gagal dalam ujian”. Paulus menyatakan bahwa Kristus
tidak tinggal di dalam “seorang yang gagal dalam ujian” (adokimoi). Paulus
menyadari bahwa ada kemungkinan dia bisa gagal untuk memperoleh warisan /mahkota yang abadi jika ia berhenti hidup
kudus, melaksanakan penguasaan diri, dan bertahan dalam kesukaran-kesukaran
hidup karena Kristus. Saudara, mari kita belajar seperti rasul Paulus, hidup
kudus, menguasai diri,dan bertahan hidup dalam kesukaran karena Kristus, supaya
kita mendapatkan hadiah/mahkota yang abadi. Akan ada orang yang dekat dengan kita yang membuat kita marah, kita tergoda untuk melakukan hal yang sama bahkan lebih. Tapi ingat! Kuasailah diri. Latihlah diri kita untuk menahan segala hal yang membuat kita berdosa. Jika ada orang yang berbuat jahat kepada kita, kita cenderung untuk membalas, bahkan lebih. Kita berpikir bahwa kita tidak salah, jadi wajar kalau kita membalas kejahatan yang ia lakukan kepada kita, dan kita merasa puas. Tapi Tuhan tidak mengajarkan demikian. Tuhan berkata bahwa" balaslah kejahatan dengan kebaikan". Jika saudara adalah seorang atlet,
berusahalah/berlatihlah, bukan hanya untuk mendapatkan piala yang di dunia ini saja, tetapi juga piala yang abadi/kekal di sorga.
Selamat bertanding, selamat berjuang, Tuhan menyertai! Amin!
Selamat bertanding, selamat berjuang, Tuhan menyertai! Amin!
Langganan:
Postingan (Atom)

