Rabu, 01 Mei 2013

LADY BE GOOD


 
Pada tahun 1960, di tengah padang pasir Libia, serombongan penyelidik minyak menemukan reruntuhan pesawat pembom dari Perang Dunia Kedua yaitu B-24 yang bernama Lady Be Good. 17 tahun sebelumnya pesawat itu berangkat meninggalkan pangkalannya di dekat Benghazi, Libia untuk melaksanakan tugas peperangan di Napoli, Italia. Pada waktu kembali dari tugas , pesawat itu mengadakan hubungan radio dengan pangkalan untuk menentukan arah pesawat. Namun sejak itu tidak ada beritanya lagi. Orang mengira bahwa pesawat itu telah kehabisan bahan bakar dan jatuh di di Laut Tengah. 

Rabu, 13 Maret 2013

TAKUT AKAN TUHAN


“Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah Tuhan, Allahmu, untuk dilakukan di negeri ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan Tuhan, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu.” (Ulangan 6:1-2)

Perintah yang seringkali diberikan kepada umat Allah dalam Perjanjian Lama adalah “takut akan Tuhan” atau “ takut akan Allah”.

PENGERTIAN TAKUT AKAN TUHAN

1. Takut akan Tuhan adalah kesadaran akan kekudusan, keadilan dan kebenaran-Nya, yaitu mengenal Dia dan memahami sepenuhnya siapakah Dia. Takut semacam itu berlandaskan pengakuan bahwa Allah adalah Allah yang kudus, yang tabiat-Nya itu membuat Dia menghukum dosa.
2. Takut akan Tuhan berarti memandang Dia dengan kekaguman dan penghormatan kudus serta menghormati-Nya sebagai Allah karena kemuliaan, kekudusan, keagungan, dan kuasa-Nya yang besar. Misalnya, ketika bangsa Israel di gunung Sinai melihat Allah menyatakan diri melalui “guruh dan kilat dan awan padat di atas gunung dan bunyi sangkakala yang sangat keras” maka “gemetarlah” mereka dalam ketakutan (Kel 19:16) sehingga memohon kepada Musa untuk berbicara kepada mereka dan bukan Allah sendiri karena mereka berpikir jika Allah yang berbicara kepada mereka secara langsung, mereka akan mati (Kel 20:18-19). Demikian juga halnya pemazmur, ketika merenungkan Allah sebagai Pencipta, menyatakan dengan tegas, “Biarlah segenap bumi takut kepada TUHAN, biarlah semua penduduk dunia gentar terhadap Dia! Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada” (Mzm 33:8-9).
  3.Takut akan Tuhan yang sejati menyebabkan orang percaya menaruh iman dan kepercayaan untuk beroleh selamat hanya kepada-Nya. Misalnya, setelah bangsa Israel menyeberang Laut Merah yang terbelah dua dan menyaksikan pembinasaan besar yang diderita oleh bala tentara Mesir, maka “takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN (Kel 14:31).
 4.Takut akan Allah juga meliputi kesadaran bahwa Dialah Allah yang marah terhadap dosa dan berkuasa untuk menghukum mereka yang melanggar hukum-hukum-Nya yang adil, baik dengan segera maupun dalam kekekalan (Mzm 76:8-9). 
    Ketika Adam dan Hawa berbuat dosa di Taman Eden, mereka menjadi takut dan berusaha untuk bersembunyi dari hadapan Allah (Kej 3:8-10). Musa juga mengalami aspek takut akan Allah ini ketika menghabiskan empat puluh hari dan malam berdoa bagi bangsa Israel yang berdosa, “Sebab aku gentar karena murka dan kepanasan amarah yang ditimpakan TUHAN kepadamu, sampai Ia mau memunahkan kamu” (Ul 9:19). 
    Demikian pula dalam Perjanjian Baru, segera setelah mengakui pembalasan dan hukuman Allah yang akan datang, penulis surat Ibrani menulis, “Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup.” (Ibr 10:31).

Minggu, 06 Januari 2013

PUJIAN


"Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib; aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi." (Mazmur 9:2-3)

   Allah seringkali menasehati umat-Nya untuk memuji Tuhan. Para penulis Perjanjian Lama menggunakan tiga kata dasar untuk memanggil orang Israel untuk memuji Allah: barak (diterjemahkan “berkat”), halal (akar kata “haleluya”,artinya “puji Tuhan”), dan yadah (kadang-kadang diterjemahkan “berilah syukur”). Nyanyian pertama dalam Alkitab, dinyanyikan setelah bangsa Israel menyeberang Laut Merah, menjadi pujian dan ucapan syukur kepada Allah. Musa memerintahkan orang Israel untuk memuji Allah atas kebaikan-Nya memberikan mereka tanah perjanjian. Debora secara khusus memanggil umat untuk memuji Tuhan. Kerinduan Daud untuk memuji Allah tercatat baik di dalam sejarah hidupnya dan dalam mazmur-mazmur gubahannya. Penggubah mazmur lainnya juga memanggil umat Allah untuk hidup dengan memuji Allah dan para nabi dalam Perjanjian Lama juga mengarahkan umat untuk memuji Allah. Panggilan untuk memuji Allah juga bergema di seluruh kitab Perjanjian Baru. Yesus sendiri memuji Bapa-Nya di sorga. Paulus mengharapkan semua bangsa memuji Allah, dan Yakobus memanggil kita untuk memuji Tuhan. Dan akhirnya di dalam gambaran yang diberikan kitab Wahyu sejumlah besar orang kudus dan malaikat senantiasa memuji Allah.

Minggu, 18 November 2012

PEMELIHARAAN ALLAH


“Janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.” (Kej. 45:5)

Setelah Tuhan Allah menciptakan langit dan bumi (Kej.1:1), Ia tidak meninggalkan dunia berjalan sendiri. Sebaliknya, Ia terus terlibat di dalam kehidupan umat-Nya dan di dalam pemeliharaan ciptaan-Nya. Allah bukanlah seperti seorang ahli pembuat jam yang membuat bumi, menjalankannya, dan kini membiarkannya berjalan sendiri; Ia adalah Bapa penuh kasih yang senantiasa memelihara apa yang telah diciptakan-Nya.
Ada tiga aspek pemeliharaan Allah:
 1.  Pelestarian.
Dengan kuasa-Nya Allah melestarikan dunia yang telah diciptakan-Nya. Pengakuan Daud jelas, “Keadilan-Mu adalah seperti gunung-gunung Allah, hukum-Mu bagaikan samudera raya yang hebat. Manusia dan hewan Kau selamatkan (versi NIV-peliharakan), ya TUHAN” (Mzm. 36:7). Kuasa Allah yang melestarikan terlaksana melalui Putra-Nya Yesus Kristus, sebagaimana ditegaskan oleh Paulus dalam Kol. 1:17, “Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.” Oleh kuasa Kristus partikel hidup yang terkecil pun dipersatukan.

Kamis, 20 September 2012

PENGILHAMAN DAN KEKUASAAN ALKITAB



2 Timotius 3:16-17 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”

Semua tulisan dalam Alkitab “diilhamkan Allah” , Yun. theopneustos; yang terdiri dari dua kata : theos yang artinya “Allah” dan pneo yang artinya “bernafas. Alkitab adalah hidup dan Sabda Allah, bahkan kata-kata dalam naskah asli, memuat ketidaksalahan Alkitab, sepenuhnya benar, dapat dipercayai dan tidak mungkin salah. Hal ini benar bukan hanya ketika Alkitab membicarakan keselamatan, nilai-nilai etika dan moralitas, tetapi juga tanpa salah tentang sesuatu yang dikatakannya, termasuk sejarah dan alam semesta. Para penulis dalam  Perjanjian Lama menyadari bahwa apa yang mereka katakan kepada umat dan apa yang mereka tuliskan adalah Firman Allah yang disampaikan kepada mereka., sehingga berulang-ulang dituliskan, setiap perkataan mereka didahului dengan kalimat “Beginilah Firman Tuhan.

Minggu, 12 Agustus 2012

SUKACITA SEJATI - SUKACITA PALSU

Dosa itu menarik hati. Dosa dapat mendatangkan kesenangan untuk sementara (Ams.7:12-27). Kesenangan dari dosa memikat banyak orang yang mencari-cari kesenangan, kenikmatan, hiburan kemasyuran, kekayaan dan kenyamanan. Manusia berpikir bahwa jika mereka mendapatkan hal-hal tersebut, mereka akan bahagia dan bersukacita.
Kesenangan-kesenangan dunia itu menarik hati karena menawarkan kelepasan dari keadaan-keadaan yang membosankan dan muram, dan setan selalu siap untuk menawarkan kepalsuan kepada orang-orang yang tidak bahagia. Namun ingat, bahwa kesenangan yang berasal dari setan sifatnya hanya sementara dan selalu mengalami titik akhir yang mengecewakan.